Jumat, 12 Juni 2009

Test Plane Cuti Online PT.TELKOM (Test Implementasi Sistem))

1.0 Pendahuluan
Semakin berkembangnya teknologi internet berakibat semakin luas penerapannya dalam segi kehidupan, tidak terkecuali dalam dunia usaha. Banyak instansi pemerintah atau perusahaan swasta mulai menerapkan mulai menerapkan teknologi tersebut baik dalam pembuatan aplikasi terkomputerisasi dalam proses bisnisnya maupun pembangunan aplikasi intranet yang sangat menunjang kinerja perusahaan dalam hal cepatnya arus informasi.
Sebagai Perusahaan Jasa telekomuniksi dengan wilayah kerja yang luas, PT. TELKOM tentu saja harus memiliki infrastruktur yang menunjang dan memudahkan pertukaran informasi secara cepat antar kantor untuk mempermudah pelayanan kepada masayarakat dan proses kerja pegawainya.
Aplikasi Cuti Online ( APCON ) bertujuan untuk menggantikan proses pengajuan cuti di PT. TELKOM yang semula dilakukan secara manual, menjadi berbasis aplikasi. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan SRS1 proses pengajuan cuti menjadi lebih cepat, mudah dan dapat dilakukan dari mana saja selama terkoneksi dengan intranet PT. TELKOM . Pengguna dari aplikasi ini adalah seluruh pegawai PT. TELKOM yang statusnya aktif.

2.0 Rumusan Masalah & Kegiatan
2.1 Rumusan Masalah
Berdasarkan pendahuluan yang diuraikan diatas, maka dapat diambil suatu rumusan masalah yaitu : Bagaimana menerapkan Aplikasi Cuti Online pada PT TELKOM agar dapat digunakan oleh semua pegawai dengan baik

2.2 Kegiatan
Kegiatan yang dilakukan dalam Aplikasi ini adalah


Mengajukan Cuti,Membatalkan cuti, Melihat riwayat cuti,mengapprove cuti,mengelola workflow approval,posting ke SAP,dan melakukan login bagi para pegawai PT.TELKOM


3.0 Batasan Masalah
1. Apikasi Cui Online ini . dapat dilakukan dari mana saja selama terkoneksi dengan intranet PT. TELKOM & terintegrasi dengan portal TELKOM
2. Apikasi Cui Online ini ditujukan hanya para karyawan PT TELKOM yang statusnya aktif


4.0 Testing Strategi
4.1 Unit Testing
Unit testing difokuskan pada usaha verifikasi pada unit terkecil dari desain software, yakni modul. Unit testing selalu berorientasi pada white box testing dan dapat dikerjakan paralel atau beruntun dengan modul lainnya. Interface Aplikasi Cuti Online akan diuji cobakan untuk menjamin informasi yang masuk atau yang ke luar dari unit program telah tepat atau sesuai dengan yang diharapkan. Yang pertama diuji coba adalah interface karena diperlukan untuk jalannya informasi atau data antar modul. Oleh karena itu APCON PT.TELKOM INI akan menggunakan testing ini.

4.2 System Testing
Pada akhirnya software digabungkan dengan elemen sistem lainnya dan rentetan perpaduan sistem dan validasi tes dilakukan. Jika uji coba aplikasi APCON PT.TELKOM gagal atau di luar skope dari proses daur siklus pengembangan system, langkah yang diambil selama perancangan dan pengujian dapat diperbaiki. Sistem testing merupakan rentetan pengujian yang berbeda-beda dengan tujuan utama mengerjakan keseluruhan elemen sistem yang dikembangkan.

4.3 Performance dan Stress Testing
Performance testing : mengukur kecepatan pada beberapa keadaan dalam Aplikasi Cuti Online (APCON) PT.TELKOM. Strees Testing dirancang untuk menghadapi situasi yang tidak normal pada saat program diuji. Testing ini dilakukan oleh sistem untuk kondisi seperti volume data yang tidak normal (melebihi atau kurang dari batasan) atau frekuensi.

4.4 User Acceptance Testing
Acceptance test dilakukan oleh Karyawan setelah suatu Aplkasi ini Diterapkan. Biasanya tes ini adalah sekumpulan formal tes yang dilakukan untuk mengetahui apakah sistem tersebut sesuai dengan kriteria penerimaan Karyawan. Acceptance test sering dilakukan diawal agar para programmer atau developer team bisa melakukannya sebelum secara formal Menerapkan Aplikasi tersebut

4.5 Beta Testing
Dilakukan dari sisi end user, baik seorang maupun beberapa orang, dimana pihak pengembang tidak berada bersama para end user tersebut. Atau dengan kata lain, ujicoba beta dilakukan dalam lingkungan yang tidak terkontrol oleh pengembang. Beta testing dilakukan oleh sekumpulan orang yang merepresentasikan suatu tipe user yang akan mempergunakan software yang sedang dibangun. Peran mereka yaitu untuk memberikan feedback dari pengalaman mereka memakai produk tersebut dalam lingkungan kerja.

4.6 Alpha Testing
Software/Aplikasi digunakan sebagaimana mestinya, dengan pengembang software/ Aplikasi yang tetap mengawasi apabila terjadi kesalahan. Atau dengan kata lain ujicoba alpha dilakukan dalam lingkungan yang terkontrol.

5.0 Hardware Requirements
Komponen Minimum Optimal
Processor Pentium 3 Pentium core duo
memory 128 MB 512 MB
Hard drive 20 GB 40 GB


6.0 Scedule Testing
isi sesuai jadwal pengerjaan testing

7.0 Feature to be tested
Feature – feature yang akan di test pada APCON PT.TELOM ini adalah :
1. Feature Status Cuti
2. Feature Sisa Cuti
3. Feature History Cuti
4. Feature Search
5. Feature Email Notifikasi
6. Feature Menampilkan Daftar Cuti


8.0 Feature not to be tested
Feature – feature yang tidak di test pada SIPERPUS SMK ini adalah :
1. Feature Security :SSO
2. Feature Workflow


9.0 Dependencies
Aplikasi ini tergantung pada cara kerja karyawan dalam Proses menginputkan data - datanya


10.0 Assumption / Risk
Secara umum proyek pengembangan Aplikasi Cuti Online ini memiliki tingkat resiko menengah, dimana jika aplikasi ini karena satu dan lain hal pengembangannya tidak tepat waktu,resikobagi bisnis perusahaan tidak akan besar.Bisnis proses lain yang terkait langsung dengan strategi bisnis perusahaan masih dapat berjalan.



11.0 Tools
Komponen Minimum Optimal
Sistem Operasi Windows Xp Windows Server /linux
Database MySQL Oacle 9i / 10g
Bahasa pemrograman Visual Basic Apache Webserver
Testing Strategi Black Box Testing White Box Testing

2 komentar :

moneymaker mengatakan...

wah,infonya lengkap abis,,,,
mampir ke => FOREX DAN BAHASA PEMROGRAMAN

Unknown mengatakan...

thnks kunjungannya....

moga hubungan saling mengunjungi terjaga..

^_^
salam silaturohim..

Posting Komentar